Categories
Uncategorized

Perbedaan Cocomesh dan Geosintetik Yang Perlu Diketahui

Banyak orang belum tahu perbedaan cocomesh dan geosintetik. Walaupun mereka sama – sama solusi untuk reklamasi lahan. Yuk simak dibawah ini ya!

Cocomesh

Cocomesh merupakan bahan jaring sabut kelapa yang sangat ramah lingkungan dalam membantu proses reklamasi tambang, pantai atau hutan.

Sifatnya biodegradable (zat yang mudah rusak / membusuk seperti tanaman) dan kuat, membantu memfasilitasi pertumbuhan tanaman baru di lahan Cocomesh yang ditempatkan di bekas tambang atau lahan lain.

Geosintetik

Geosintetik

Geosintetik merupakan salah satu material yang sedang populer dalam proyek konstruksi di Indonesia, terutama pada pembangunan jalan di tanah lunak, seperti di pulau Sumatera dan Kalimantan yang banyak memiliki tanah gambut.

Selain itu, geosintetik juga diterapkan sebagai filter dalam pembangunan pemecah gelombang baik di pantai maupun lepas pantai.

Perbedaan Cocomesh dan Geosintetik berdasarkan fungsinya

Fungsi Geosintetik

  • Filtrasi: bahan geosintetik yang digunakan untuk mengalirkan air ke sistem drainase dan mencegah migrasi partikel tanah melalui filter. Contoh penggunaan Geosintetik sebagai filtrasi adalah Geosintetik bukan tenunan yang dibungkus di atas selimut pasir. Fungsi utama yang dibutuhkan dalam aplikasi geosintetik ini adalah fungsi gradasi, plastisitas dan kondisi hidrolik tanah setempat.
  • Drainase: bahan geosintetik yang digunakan untuk mengalirkan air dari tanah. Contoh penggunaan Geosynthetics sebagai drainase adalah Geosynthetics yang dipasang di belakang abutment atau dinding penahan.
  • Pemisah: bahan geosintetik yang digunakan di antara dua bahan tanah yang berbeda untuk mencegah pencampuran bahan. Contoh penggunaannya adalah Geosintetik yang ditempatkan di antara lapisan tanah dasar lunak dan lapisan tanah atas. Fungsinya untuk mencegah tercampurnya tanah dasar dengan penutup agregat (sub-base, lapisan pondasi, tanggul opsional dan sebagainya). Spesifikasi ini juga dapat digunakan untuk kondisi selain perkerasan jalan di mana pemisahan antara dua bahan yang berbeda diperlukan tetapi dengan ketentuan bahwa pengolahan rembesan melalui geotekstil bukan merupakan fungsi utama.
  • Penguatan: Bahan geosintetik yang digunakan untuk menahan tekanan atau deformasi pada struktur tanah. Misalnya penggunaan Geosintetik pada lereng tanggul yang dipasang berlapis-lapis sehingga dapat memotong bidang slip lereng sehingga dapat menahan tanah agar tidak longsor. Pemasangan geosintetik dapat berfungsi sebagai penguat untuk meningkatkan stabilitas dan mencegah keruntuhan. Geosintetik juga dapat mengurangi perpindahan horizontal dan vertikal tanah di bawahnya, sehingga mengurangi penurunan diferensial. Namun, perlu diperhatikan bahwa perkuatan geosintetik tidak akan mengurangi besarnya konsolidasi jangka panjang atau penurunan sekunder tanggul.
  • Barrier: Bahan geosintetik yang digunakan untuk mencegah pergerakan cairan atau gas. Misalnya, fungsi geosintetik ini adalah geomembran yang sering digunakan untuk menjaga fluktuasi kadar air pada tanah ekspansif atau digunakan untuk lapisan kedap air dalam sistem vakum terkonsolidasi.

Fungsi Cocomesh

Cocomesh memiliki beberapa kegunaan yaitu:

  • Media penghijauan di lahan bekas tambang
  • Sangat cocok untuk bekas pertambangan dan reklamasi pantai
  • Memperkuat material di atas tebing
  • Bahan untuk mencegah erosi
  • Memperkuat tanah
  • Membantu memperkuat rel kereta api
  • Memperkuat tebing jalan atau jembatan

Nah itulah ulasan mengenai geosintetik dan cocomesh. Kalian bisa memahami perbedaannya berdasarkan penjelasannya, fungsinya. Dalam pemilihannya kalian bisa memilih mana yang terbaik digunakan.