Site icon Tompeele

Perbedaan Keyword Planner dan Search Terms

Perbedaan Keyword Planner dan Search Terms

Dalam kampanye Google Ads, pemilihan kata kunci memengaruhi siapa yang melihat iklan. Pengiklan perlu memahami istilah yang digunakan calon pelanggan saat mencari produk atau layanan. Google menyediakan alat dan laporan untuk membantu proses tersebut.

Keyword Planner dan Search Terms sering dianggap sama karena keduanya berkaitan dengan pencarian pengguna. Padahal, keduanya digunakan pada tahap berbeda. Memahami perbedaannya membantu pengiklan menyusun kata kunci sekaligus mengevaluasi pencarian yang memicu iklan.

Mengenal Fungsi Keyword Planner

Keyword Planner merupakan alat Google Ads untuk menemukan ide kata kunci dan memperkirakan potensi pencariannya. Pengguna dapat memasukkan istilah produk, layanan, atau alamat website untuk memperoleh saran lain. Perkiraan volume pencarian, tingkat persaingan, dan estimasi biaya juga dapat ditampilkan.

Alat ini digunakan saat kampanye direncanakan atau daftar kata kunci perlu dikembangkan. Misalnya, toko olahraga dapat memasukkan istilah sepatu lari untuk menemukan variasi yang relevan. Hasilnya dapat disaring berdasarkan lokasi, bahasa, dan rentang waktu.

Memahami Search Terms dalam Google Ads

Search Terms atau istilah penelusuran menunjukkan frasa yang diketik pengguna sebelum iklan tampil dan memperoleh interaksi. Laporan ini memperlihatkan hubungan antara pencarian nyata dan kata kunci yang ditargetkan. Pengiklan pun tidak hanya mengandalkan perkiraan saat menyusun strategi.

Contohnya, bisnis menargetkan “jasa perbaikan AC”, tetapi iklan dapat muncul untuk pencarian “servis AC rumah terdekat” jika sesuai dengan pengaturan kampanye. Istilah yang tercatat dapat diperiksa untuk menilai relevansi dan potensi pelanggan.

Perbedaan Tujuan Penggunaan Keduanya

Perbedaan utama keduanya terletak pada tujuan penggunaan. Keyword Planner membantu menemukan peluang kata kunci sebelum atau saat kampanye dikembangkan. Search Terms mengevaluasi istilah yang benar-benar memicu iklan setelah kampanye berjalan.

Kedua fitur tersebut tidak dapat dipertukarkan. Ide dari Keyword Planner belum tentu menghasilkan klik atau konversi. Sebaliknya, Search Terms memberikan gambaran aktivitas pencarian yang dapat digunakan untuk memperbaiki daftar kata kunci dan pengaturan iklan.

Perbedaan Data yang Ditampilkan

Keyword Planner menyajikan data perkiraan untuk perencanaan. Volume pencarian dapat ditampilkan dalam rentang, sedangkan estimasi biaya dan persaingan membantu menilai kelayakan kata kunci. Data tersebut bukan jaminan jumlah tayangan atau hasil tertentu.

Search Terms berisi istilah pengguna yang tercatat dalam laporan kampanye. Informasinya dapat mencakup klik, tayangan, biaya, dan konversi, bergantung pada data yang memenuhi ketentuan privasi Google. Tidak semua pencarian ditampilkan, sehingga batasan laporan perlu dipahami.

Perhatikan pula bahwa saran kata kunci tidak selalu menggambarkan niat pengguna secara lengkap. Istilah yang terlihat mirip bisa memiliki tujuan berbeda, sehingga relevansinya tetap perlu dinilai berdasarkan produk dan halaman tujuan.

Di sisi lain, laporan Search Terms dapat membantu menemukan bahasa yang benar-benar dipakai calon pelanggan. Ungkapan tersebut bisa memberi ide untuk memperjelas teks iklan atau menyesuaikan isi halaman agar lebih dekat dengan kebutuhan pencari.

Cara Menggunakan Keyword Planner untuk Riset

Riset dimulai dengan memasukkan istilah utama yang menggambarkan produk atau layanan. Setelah ide muncul, kelompokkan kata berdasarkan maksud pencarian, seperti mencari informasi, membandingkan, atau membeli. Langkah ini membantu memilih istilah sesuai tujuan kampanye.

Periksa lokasi, bahasa, dan periode data. Volume tinggi belum tentu tepat jika maksud pencarian tidak sesuai dengan penawaran bisnis. Pilih istilah relevan, lalu sesuaikan jenis pencocokan dan grup iklan sebelum kampanye diterbitkan.

Cara Mengevaluasi Search Terms

Setelah iklan berjalan, buka laporan Search Terms untuk memeriksa pencarian pemicu iklan. Nilai kesesuaiannya dengan produk, wilayah layanan, dan kebutuhan pelanggan. Pencarian relevan dapat dipertimbangkan sebagai kata kunci baru.

Istilah yang tidak berhubungan dapat dimasukkan sebagai kata kunci negatif agar iklan tidak sering tampil pada pencarian kurang sesuai. Namun, jangan mengambil keputusan dari satu klik saja. Periksa konteks, biaya, dan konversi sebelum mengubah pengaturan.

Menggabungkan Keduanya dalam Strategi Iklan

Kedua fitur lebih berguna ketika digunakan secara berkesinambungan. Keyword Planner membantu memperluas pilihan istilah saat perencanaan, sedangkan Search Terms menunjukkan respons pengguna setelah kampanye aktif. Data dari keduanya dapat dibandingkan untuk menemukan kata kunci yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Temuan laporan dapat digunakan untuk memperbarui riset. Kata kunci relevan bisa dikembangkan, sedangkan istilah yang tidak sesuai dapat disaring. Siklus ini membuat strategi lebih adaptif terhadap kebiasaan pencarian dan kebutuhan pelanggan.

Kesimpulan

Perbedaan Keyword Planner dan Search Terms terlihat dari fungsi dan sumber datanya. Keyword Planner mendukung riset melalui ide serta perkiraan pencarian, sedangkan Search Terms mengevaluasi istilah nyata yang memicu iklan. Keduanya saling melengkapi dalam kampanye.

Gunakan data dari kedua fitur tersebut sebelum mengubah target atau anggaran kampanye. Jika membutuhkan pendampingan, layanan jasa google ads dapat dipertimbangkan untuk membantu riset kata kunci, evaluasi pencarian, serta optimasi kampanye agar strategi iklan lebih terarah.

Exit mobile version